Vaginal Dryness

Vaginal dryness atau kekeringan yang terjadi pada vagina yakni sebuah kondisi ketika terjadi penurunan produksi cairan atau lendir pada vagina yang berf ungsi sebagai pelumas pada ketika bekerjasama seks. Kondisi ini menjadikan ketidaknyamanan, rasa sakit, bahkan perdarahan pada ketika bekerjasama seks.

Secara normal, ketika seorang perempuan merasa terangsang, otomatis vagina akan mengeluarkan cairan pelumas untuk melembapkan dan melicinkan dinding vagina dengan lendir yang keluar. Karena aneka macam hal, proses ini sanggup saja terganggu sehingga cairan atau lendir tersebut berkurang. Hal ini biasanya terjadi pada perempuan yang sudah menopause atau perempuan yang dipaksa bekerjasama seksual padahal secara fisik beliau belum siap untuk bekerjasama seksual.

Tanda-Tanda
  1. Vagina terasa kering dan tidak mengeluarkan atau hanya sedikit mengeluarkan cairan pelumas meskipun dalam keadaan terangsang.
  2. Terasa sakit dan nyeri ketika bekerjasama seksual dengan suami.
  3. Timbul rasa gatal dan iritasi pada vagina.
Penyebab
  1. Menurunnya kadar estrogen pada perempuan menopause atau pascamenopause.
  2. Konsumsi obat-obatan tertentu yang sanggup memengaruhi kadar hormon, terutama hormon kewanitaan.
  3. Mengalami sindrom Sjogren.
  4. Terlalu sering membilas vagina dengan cairan tertentu atau sabun khusus wanita.
  5. Efek samping dari terapi kanker ovarium, mencakup radiasi, kemoterapi, dan terapi hormon.
  6. Dalam kondisi pasca melahirkan.
Pencegahan

Jika penyebab vaginal dryness yakni lantaran menopause maka hal tersebut tidak sanggup dicegah. Namun, berikut ini yakni beberapa langkah yang sanggup ditempuh untuk mengatasi kekeringan vagina.
  1. Menggunakan pelumas dan pelembab khusus. Jika vagina yang kering menjadikan rasa tidak nyaman ketika bekerjasama seksual, sebaiknya mencoba untuk memakai lubrikan (berupa jelly) atau pelembab vagina yang dijual bebas di apotek. Lubrikan sanggup melubrikasi vagina selama beberapa jam, sedangkan pelembab vagina sanggup bertahan lebih usang (sampai 3 hari).
  2. Sebelum melaksanakan korelasi seksual, hendaknya melaksanakan pemanasan lebih dulu. Pemanasan yang cukup akan membantu vagina menerima lubrikasi dari kelenjar vagina. Untuk itu, komunikasi sebelum melaksanakan korelasi intim dengan pasangan sangat penting. Selain itu, korelasi seksual yang teratur sanggup membantu lubrikasi vagina lebih baik.
  3. Jika vagina kering disebabkan oleh kurangnya kadar estrogen dan cara-cara di atas tidak sanggup membantu, mungkin diharapkan terapi estrogen vagina. Terapi estrogen vagina sanggup berupa penggunaan krim estrogen vagina, cincin estrogen vagina, atau tablet estrogen vagina.

Komentar