Premenstrual Syndrome (Pms)
Premenstrual syndrome atau PMS merupakan permasalahan “wajib” yang sering dialami oleh kaum perempuan setiap bulan menjelang masa haidnya. Menurut hasil survei di Amerika Utara, PMS melanda hampir 75% perempuan produktif usia subur, dan sekitar 5% dari jumlah itu mengalami tanda-tanda PMS yang cukup parah.
Terkadang para perempuan menganggap gejala-gejala PMS ini yaitu satu hal yang masuk akal menjelang haid dan merasa kalau tanda-tanda itu akan sembuh secara alami.
Padahal, PMS ini merupakan suatu gangguan kesehatan yang sanggup mengganggu kegiatan mereka sehari-hari dan sanggup memengaruhi kehidupan sosial, lingkungan, maupun dirinya sendiri.
Gejala-gejala PMS biasanya mulai dialami pada waktu di antara masa ovulasi dan masa haid, yaitu sekitar 10-14 hari menjelang haid. Gejalanya akan menghilang bila haid sudah dimulai hingga beberapa hari setelah haid itu mulai.
Jika dilihat secara fisiologis, tanda-tanda PMS ini sangat bersahabat kaitannya dengan perubahan jumlah hormon yang memengaruhi siklus haid dan biasanya terjadi pada perempuan usia produktif.
Tanda-Tanda
Penyebab
Penyebab PMS hingga dikala ini belum sanggup dipaparkan dengan jelas, tetapi pendapat sementara penyebab PMS ini yaitu sebagai berikut
Pencegahan
Terkadang para perempuan menganggap gejala-gejala PMS ini yaitu satu hal yang masuk akal menjelang haid dan merasa kalau tanda-tanda itu akan sembuh secara alami.
Padahal, PMS ini merupakan suatu gangguan kesehatan yang sanggup mengganggu kegiatan mereka sehari-hari dan sanggup memengaruhi kehidupan sosial, lingkungan, maupun dirinya sendiri.
Gejala-gejala PMS biasanya mulai dialami pada waktu di antara masa ovulasi dan masa haid, yaitu sekitar 10-14 hari menjelang haid. Gejalanya akan menghilang bila haid sudah dimulai hingga beberapa hari setelah haid itu mulai.
Jika dilihat secara fisiologis, tanda-tanda PMS ini sangat bersahabat kaitannya dengan perubahan jumlah hormon yang memengaruhi siklus haid dan biasanya terjadi pada perempuan usia produktif.
Tanda-Tanda
- Muncul rasa tegang, lebih sensitif, emosi labil, gampang marah, lesu, depresi, dan cemas.
- Payudara terasa kencang dan sakit bila ditekan atau dikala berlari.
- Sakit kepala ringan.
- Berat tubuh meningkat dan perut terasa kembung.
- Pegal dan nyeri otot.
- Bermasalah dengan kulit wajah sehingga timbul gangguan kulit berupa jerawat.
- Nyeri dan kram pada perut.
- Kecanduan makanan tertentu.
- Sulit berkonsentrasi, gampang lelah, dan susah tidur.
Penyebab
Penyebab PMS hingga dikala ini belum sanggup dipaparkan dengan jelas, tetapi pendapat sementara penyebab PMS ini yaitu sebagai berikut
- Perubahan hormonal dan neurotransmitter.
- Pola makan yang jelek dan konsumsi obat-obatan tertentu.
- Gaya hidup yang kurang baik, contohnya kurang melaksanakan acara fisik.
- Kadar hormon estrogen dalam darah meningkat sehingga mengakibatkan tanda-tanda depresi.
- Kadar hormon serotonin menurun alasannya yaitu adanya perubahan jumlah hormon estrogen.
- Adanya keterkaitan antara PMS dan status gizi seorang perempuan yang akan mengalami haid. 2 ahad menjelang haid, rata-rata setiap perempuan mengalami 2 hal yang dianggap sanggup memengaruhi metabolisme energinya. Hal tersebut yaitu meningkatnya laju metabolik dasar pada dikala tidur dan meningkatnya selera makan. Hal ini pernah dibuktikan melalui suatu penelitian yang menunjukkan bahwa perempuan yang akan mengalami haid, mengonsumsi 300 kalori lebih banyak pada waktu 10 hari menjelang masa haidnya.
Pencegahan
- Sering mengonsumsi makanan yang banyak mengandung vitamin E, vitamin B, kalium, kalsium, zat besi, dan magnesium menyerupai sayuran dan buah-buahan. Jenis makanan ini dipercaya sanggup membantu mengurangi terjadinya tanda-tanda PMS.
- Mengonsumsi vitamin B6 atau makanan yang banyak mengandung vitamin B6 untuk membantu mengurangi perasaan depresi pada perempuan yang diakibatkan oleh PMS.
- Mengurangi konsumsi makanan yang sanggup mengakibatkan peradangan menyerupai produk hewani.
- Mengurangi makanan kemasan yang banyak mengandung materi embel-embel makanan (zat aditif) buatan.
- Mengurangi konsumsi kafein dan alkohol alasannya yaitu sanggup memperburuk tanda-tanda PMS.
- Memperbanyak minum, baik air putih, jus buah, ataupun susu.
- Mengurangi konsumsi makanan yang mengandung garam untuk mengurangi penahanan air berlebih di dalam tubuh.
Komentar
Posting Komentar