Osteoporosis
Osteoporosis disebut juga sebagai penyakit pengeroposan tulang atau berkurangnya kepadatan tulang. Penyakit ini dikenal sebagai salah satu silent killer alasannya secara fisik tanda-tandanya tidak tampak. Secara anatomis, osteoporosis akan menyerang tulang-tulang trabekular.
Tulang trabekular rentan mengalami pengeroposan alasannya merupakan tulang yang strukturnya berbentuk menyerupai jaring laba-laba dengan kalsium sebagai penyusun utama struktur tersebut.
Selain itu tulang trabekular juga menjadi kawasan penyimpanan kalsium dalam tubuh sehingga jikalau tubuh kekurangan kalsium maka cadangan mineral kalsium dalam tulang inilah yang digunakan.
Osteoporosis biasanya dialami oleh perempuan yang telah menopause. meskipun laki-laki juga rentan mengalami menopause, tetapi perempuan lebih berisiko alasannya berkaitan dengan menurunnya kadar hormon estrogen yang juga merupakan salah satu hormon yang turut berperan dalam penyimpanan kalsium dalam tulang.
Tanda-Tanda
Penyebab
Tulang trabekular rentan mengalami pengeroposan alasannya merupakan tulang yang strukturnya berbentuk menyerupai jaring laba-laba dengan kalsium sebagai penyusun utama struktur tersebut.
Selain itu tulang trabekular juga menjadi kawasan penyimpanan kalsium dalam tubuh sehingga jikalau tubuh kekurangan kalsium maka cadangan mineral kalsium dalam tulang inilah yang digunakan.
Osteoporosis biasanya dialami oleh perempuan yang telah menopause. meskipun laki-laki juga rentan mengalami menopause, tetapi perempuan lebih berisiko alasannya berkaitan dengan menurunnya kadar hormon estrogen yang juga merupakan salah satu hormon yang turut berperan dalam penyimpanan kalsium dalam tulang.
Tanda-Tanda
- Jika dilakukan investigasi kepadatan tulang maka nilai kepadatan tulangnya berada di bawah nilai normal kepadatan tulang yang seharusnya.
- Pada usia 80 tahun biasanya mengalami pemendekan tinggi tubuh hingga 15 cm.
- Mengalami patah tulang dibagian panggul akhir pengeroposan tulang.
- Badan terasa sakit dan linu.
Penyebab
- Usia lebih dari 45 tahun.
- Wanita yang mengalami menopause.
- Tulang tidak hingga pada kepadatan tulang yang maksimal saat remaja.
- Kurang mengonsumsi kalsium, kurang berolahraga, dan kurang mendapat paparan sinar matahari.
- Kurus atau berat tubuh di bawah berat tubuh normal.
- Perokok berat dan peminum alkohol.
- Untuk perempuan pascamenopause, penggunaan terapi sulih hormon atau HRT (lihat pembahasan HRT) sanggup memperlambat laju pengeroposan tulang.
- Rajin mengonsumsi makanan yang berkalsium tinggi menyerupai susu dan produk olahan susu lainnya semenjak kecil.
- Memperbanyak acara fisik menyerupai aerobik, lari, berjalan, dan lainnya alasannya olahraga sanggup menguatkan tulang.
- Sering berjemur di pagi hari juga baik untuk kepadatan tulang alasannya pembentukan tulang juga memerlukan vitamin D.
- Menghindari merokok dan mengonsumsi minumal beralkohol.
Komentar
Posting Komentar