Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit pembunuh di dunia. Ada aneka macam jenis penyakit kanker yang telah dideteksi oleh dunia kesehatan, mulai dari kanker verbal hingga kanker kulit.

Sel kanker mempunyai kemampuan berkembang biak yang luar biasa kalau dibandingkan dengan sel normal. Jika sel normal hanya bisa membelah dua kali, sel kanker bisa sepuluh kali lipatnya.

Parahnya lagi kanker bisa terjadi dan berkembang di potongan tubuh yang mana pun tanpa kita sadari. Terkadang, kita gres akan menyadarinya ketika kanker itu sudah pada stadium lanjut dan pengobatannya pun akan semakin sulit.

Tanda-Tanda

Tanda-tanda kanker biasanya spesifik, bergantung pada lokasi tempat kanker itu berada. Namun pada umumnya, gejala-gejala tersebut tidak pernah jauh dari tahapan-tahapan kanker, mengingat poin besarnya sama, yang berbeda hanya implikasi di lokasinya saja.

Berikut ini yaitu tahapan kanker yang perlu kita ketahui.
  1. Induksi. Pada stadium ini sel mengalami perubahan bentuk atau istilah medis lebih dikenal dengan displasia. 
  2. Kanker in situ. Pada stadium ini, pertumbuhan sel kanker masih terbatas pada jaringan tempat asalnya tumbuh. Sel tersebut masih berupa massa (kumpulan sel) yang masih bisa dijinakkan. 
  3. Kanker invasif. Tahapan ini sudah merupakan stadium yang cukup lanjut. Sel kanker telah mempunyai abjad progresif dan beliau mulai menjajah sel-sel yang ada di sekitarnya lantaran jaringan tempat awalnya tumbuh sudah tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan dan reproduksinya. 
  4. Metastasis. Pada stadium ini sel-sel kanker telah merambah dan menjelajahi organ internal tubuh kita hingga ke kelenjar getah bening dan atau organ lain yang letaknya jauh (misa! kanker usus besar menyebar ke hati). Penyebaran ini bisa terjadi melalui fatwa darah, fatwa getah bening, atau eksklusif dari tumor.

Penyebab

Faktor risiko penyebab kanker di antaranya yaitu faktor keturunan atau genetis, faktor pemicu kanker baik dari makanan maupun dari lingkungan yang disebut sebagai zat karsinogen, ketidakseimbangan hormon dalam tubuh kita, dan faktor virus yang bisa mempercepat terjadinya kanker dalam tubuh.

Jenis Kanker Pembunuh Wanita


1. Kanker Leher Rahim/Serviks

Kanker leher rahim yaitu kanker yang terjadi pada serviks uterus, suatu tempat pada organ reproduksi perempuan yang merupakan pintu masuk ke arah rahim yang letaknya di antara rahim (uterus) dengan vagina.
Kanker ini biasa terjadi pada perempuan berusia di atas 35 tahun, tetapi beberapa data menemukan masalah ini juga pernah dialami oleh perempuan berusia 20-30 tahun.

Tanda-Tanda Kanker Serviks

  • Kanker serviks pada stadium dini sering tidak menunjukkan tanda-tanda atau tanda-tandanya yang khas, bahkan acapkali tanpa tanda-tanda sama sekali (silence).
  • Salah satu tanda-tanda tidak khas yang bersama-sama kerap dijumpai yaitu keputihan. Namun, lantaran keputihan kerap dianggap sebagai duduk kasus kewanitaan yang “biasa-biasa” saja, maka tanda-tanda dan tanda awal keganasan ini kerap luput dari perhatian. Padahal,   keputihan  adalah  peringatan  dini  dari  aneka macam kelainan di sistem reproduksi.
  • Pendarahan  sesudah  melakukan  hubungan  intim  (contact bleeding).
  • Adanya keputihan atau cairan encer yang keluar dari kelamin wanita.
  • Pendarahan pasca menopause.
  • Pada tahap lanjut sanggup keluar cairan kekuning-kuningan, berbau atau bercampur darah, nyeri panggul atau tidak sanggup buang air kecil. Pada stadium ini sel-sel kanker telah merambah dan menjelajahi organ internal tubuh kita hingga ke kelenjar getah bening dan atau organ lain yang letaknya jauh (misal kanker usus besar menyebar ke hati). Penyebaran ini bisa terjadi melalui fatwa darah, fatwa getah bening, atau eksklusif dari tumor.

Penyebab Kanker Serviks
  • Faktor penyebab kanker ini salah satunya yaitu Human Papiloma Virus (HPV). Virus ini sanggup masuk dan memicu kalau kita “mengundangnya” dengan beberapa acara yang berisiko tinggi. Hal itulah yang sanggup menjadi akses ataupun memicu pertumbuhan sel-sel kanker. Lebih dari 70% kanker leher rahim disebabkan oleh HPV tipe 16 dan 18. Selain menyebabkan kanker leher rahim, HPV juga sanggup menyebabkan kanker anus, vagina, vulva, penis, bahkan kanker kerongkongan.
  • Mulai melaksanakan relasi seksual pada usia muda.
  • Sering berganti-ganti pasangan seksual.
  • Sering menderita infeksi di tempat kelamin.
  • Melahirkan banyak anak.
  • Kebiasaan merokok (risiko dua kali lebih besar).
  • Kurang mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sehingga menyebabkan defisiensi (penghilangan satu atau lebih segmen gen pada kromosom) vitamin A, C, dan E yang merupakan sumber zat antioksidan.

Pencegahan Kanker Serviks

  • Menghindari semua faktor penyebab kanker.
  • Melakukan proses investigasi kesehatan organ reproduksi kita secara rutin dan berkala.
  • Menghindari stres.
  • Memiliki teladan makan dan teladan hidup yang baik dan sehat.

2. Kanker Payudara


Kanker payudara merupakan tumor ganas yang tumbuh di dalam jaringan payudara. Kanker payudara juga termasuk salah satu penyakit pembunuh terbesar pada perempuan selain kanker serviks. Kanker ini bisa tumbuh di dalam kelenjar susu, saluran susu, jaringan lemak, maupun jaringan ikat pada payudara.

Dalam payudara kalau terdapat cairan di dalamnya, dengan gampang cairan dari jaringan payudara mengalir melalui fatwa getah bening menuju kelenjar getah bening di bawah ketiak.

Oleh lantaran itu, ketika sel kanker payudara mulai menyebar (metastatis), lokasi penyebaran pertama yang paling umum yaitu pada kelenjar getah bening (terletak di potongan bawah lengan).

Jika sel kanker telah menyebar ke potongan tersebut, balasannya akan muncul benjolan. Namun, kalau benjolan tersebut tidak terdeteksi, ada kemungkinan sel kanker telah menyebar hingga ke potongan tubuh lainnya, ibarat paru-paru, tulang, dan otak.

Seperti kanker lain pada umumnya, kanker payudara juga terdiri atas 4 tingkatan (stadium) perkembangan sel kanker. Tingkatan tersebut terdiri atas stadium dini (stadium o, 1, dan 2) dan stadium lanjut (stadium 3 dan 4).

Pada stadium o, sel kanker masih berada pada lapisan kelenjar susu atau saluran susu dan belum menyebar ke jaringan lemak di sekitarnya. Pada stadium 1 dan 2, kanker mulai menyebar dari jaringan susu ke jaringan terdekat di sekitarnya. Terkadang pada stadium 2, kanker mulai menyebar ke dalam kelenjar getah bening.

Pada stadium 3, diameter tumor sudah berukuran lebih dari 5 cm dan kadang telah menyebar juga ke dalam kelenjar getah bening bersahabat payudara.

Pada stadium 4, kanker mulai bermetastasis, artinya kanker sudah menyebar dari payudara dan kelenjar getah bening di sekitar ketiak, hingga mencapai potongan lain dari tubuh ibarat tulang, hati, paru-paru, dan otak.

Pada stadium ini, kanker bisa saja membengkak dan pecah sehingga payudara mengeluarkan nanah yang berbau busuk dan anyir. Penderita juga bisa merasa sesak napas lantaran kanker mulai menekan paru-paru.


Tanda-Tanda Kanker Payudara

Gejala-gejala   yang   menandakan   adanya   serangan   kanker payudara yang umum sanggup dilihat dan dirasakan yaitu sebagai berikut.
  • Timbul benjolan pada payudara yang sanggup diraba dengan tangan, makin usang benjolan ini makin mengeras dan bentuknya tidak beraturan.
  • Bentuk, ukuran, atau berat kedua payudara tidak sama.
  • Di bawah ketiak muncul benjolan.
  • Putting susu mengeluarkan darah, nanah, atau cairan encer.
  • Kulit payudara mengerut ibarat kulit jeruk.
  • Bentuk atau arah puting berubah, contohnya puting susu tertekan ke dalam.

Penyebab Kanker Payudara

Penyebab dan pemicu kanker payudara hingga ketika ini masih belum diketahui secara pasti. Berikut ini yaitu beberapa hal yang diduga sebagai penyebab terjadinya kanker payudara.
  • Konsumsi makanan yang mengandung bahan-bahan pemicu kanker atau zat karsinogen. Zat tersebut berupa aflatoksin B1 yang biasa terdapat pada makanan yang mengandung protein tinggi, etionin, sakarin, asbestos, nikel, krom, arsen, arang, tar, asap rokok, dan kontrasepsi oral. b.     Faktor fisik, ibarat radiasi matahari, sinar-x, dan nuklir.
  • Virus, ibarat RNA virus (retrovirus), DNA virus (papiloma virus, adeno virus, herpes virus), atau EB virus.
  • Iritasi kronis dan inflamasi kronis yang bisa menjelma kanker.
  • Kelemahan genetik pada sel-sel tubuh sehingga memudahkan munculnya kanker.
  • Diet tinggi lemak.
  • Tidak pernah melahirkan dan menopause yang tertunda.
  • Usia pada ketika pertama kali haid yang terlalu dini juga dianggap bertanggung jawab terhadap terjadinya kanker payudara.
  • Usia, lantaran sekitar 60% kanker payudara terjadi pada usia di atas 60 tahun. Risiko terbesar ditemukan pada perempuan berusia di atas 75 tahun.
  • Pernah menderita kanker payudara sebelumnya. Setelah payudara yang terkena diangkat, maka risiko terjadinya kanker pada  payudara yang sehat meningkat sebesar 0,5-1% per tahun.
  • Memiliki keluarga yang pernah menderita penyakit kanker payudara.
  • Mengalami kelebihan berat tubuh pasca menopause.
  • Sering mengonsumsi alkohol.

Pencegahan Kanker Payudara

Cara preventif yang paling efektif  yaitu melaksanakan investigasi payudara sendiri (sadari) secara rutin. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi adanya benjolan (tumor), lesi atau borok kecil, rasa nyeri, dan keluarnya cairan abnormal dari puting susu.

Cara  lain  yang  dapat  dilakukan   untuk  mencegah  kanker payudara yaitu sebagai berikut.
  • Jangan memakai bra yang ketat terlalu lama. Kalau bisa, ketika tidur bra dilepas.
  • Hilangkan kebiasaan merokok dan meminum alkohol.
  • Periksa payudara sendiri secara rutin, contohnya satu bulan sekali.
  • Hindari  radiasi  dari  sinar-x  atau  berbagai  macam  radiasi lainnya.
  • Rajin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung vitamin  sebagai  zat  antioksidan. Selain  itu, banyak-banyaklah mengonsumsi kacang kedelai beserta produk olahannya, ibarat susu kedelai, tempe, tahu, dan sebagainya. Kacang kedelai mengandung fitoestrogen genistein yang sanggup membantu mengurangi risiko tumbuhnya kanker payudara.
  • Rajin berolahraga meski hanya sebatas olahraga ringan ibarat joging.
  • Kurangi makanan yang banyak mengandung lemak, terutama lemak hewani.
  • Hindari stres.

3. Kanker Kolon

Kanker kolon yaitu kanker yang terjadi di tempat usus besar. Daerah yang rentan mengalami kanker yaitu tempat kolon yang berdekatan dengan rektum.

Mengapa? Karena hampir setengah dari masalah kanker kolorektal terjadi di tempat rektum dan rektosigmoid. Sebesar 98% tumor jahat yang ada di kolon dan rektum yaitu adenokarsinoma. Di Amerika, kanker kolon ini merupakan kanker pembunuh terbesar kedua setelah kanker serviks.

Tanda-Tanda Kanker Kolon

  • Kanker ini tidak diketahui awal mulanya. Sebagian besar penderita kanker kolon tidak mencicipi tanda-tanda bahwa mereka mengalami kanker tersebut.
  • Ada darah pada kotoran yang dikeluarkan melalui anus.
  • Sering merasa sakit atau kram pada perut tanpa mengetahui apa penyebabnya.
  • Terjadi perubahan kebiasaan pencernaan. Contohnya ukuran kotoran yang lebih kecil daripada biasanya.
  • Terjadi penurunan berat tubuh tanpa mengetahui penyebabnya.
  Penyebab Kanker Kolon

  • Faktor genetis, terutama bagi kita yang mempunyai keluarga yang pernah mempunyai riwayat kanker kolorektal, kanker kolon, dan pencetusnya.
  • Memiliki penyakit gangguan usus.
  • Kekurangan serat dalam konsumsi makan hariannya. Selain itu, banyak mengonsumsi makanan sumber protein dan lemak yang tidak diimbangi dengan konsumsi serat yang cukup dan olahraga yang teratur.
  • Proses pencernaan kurang lancar dan buang air besar tidak teratur.
  • Kekurangan asam folat, vitamin B6, dan B12.
  • Kadar homosistein (asam amino hasil demetifasi metionin dalam proses metabolisme lemak dan protein) yang tinggi dalam darah.
  • Kurang melaksanakan acara fisik atau berolahraga secara teratur.

Pencegahan Kanker Kolon

  • Banyak mengonsumsi sayur dan buah-buahan berserat tinggi dan kaya akan vitamin B6 dan asam folat, ibarat pisang, alpukat, apel, mangga, brokoli, dan lain-lain.
  • Memiliki jadwal rutin buang air besar, minimal sehari sekali dan maksimal dua hari sekali.
  • Konsumsi kopi dalam jumlah tertentu berdasarkan beberapa penelitian sanggup mencegah terjadinya kanker kolon.

Komentar